Postingan

Masjid Jamek Area

Gambar
KL lagi KL lagi.. Kayanya jadi kota favorit transit gue ini kota. Antara emang harus dan suka sik sebenernya, harus karena gue hampir selalu menggunakan jasa low cost airlines asal negeri jiran dan emang sebagian besar rute termurah adalah via KLIA. Nah selain keharusan, gue pun mengakui kalo gue suka sama kota ini, pertama-tama karena sistem transportasi yang sudah mumpuni seperti Singapura, kedua karena ragam kulinernya yang punya banyak aneka, dan yang ketiga mirip-mirip Jakarta auranya, so berasa di rumah sendiri. Semua itu kayanya gak lepas karena letak geografis dan demografi kotanya. Dekat dari Singapura, etnis serta budaya Melayu-Cina-India yang melebur jadi daya tarik tersendiri kota ini. Kuliner fusion Melayu-nya amat cocoklah buat orang Indonesia. Nah kali ini, setelah trip dari Cebu buat nonton Sinulog Festival , daerah yang gue sambangin di KL buat transit adalah Masjid Jamek. Dari namanya sudah hampir dipastikan bahwa daerah ini didominasi oleh nuansa Islam. Dan emang...

B29 dan P30

Gambar
Where the hashtag #storicide begins . Jadi gua ke titik tertinggi Lumajang ini bareng si ketjil Astrid. Ikutan open trip dari zonatamasya  berangkat dari Surabaya tengah malam. Dan ternyata tempat ini lumayan jauh dan dinginnya beyond expectation (sumpah beneran bbbrrrrr...). Pagi-pagi buta udah harus ngojek menuju puncak, ini beneran nahan dingin, nahan ingus (ingus karena udara bukan karena sakit), nahan badan biar gak banyak gerak, sebenarnya udah rada telat, karena warna hitam-biru-oranye di langit mulai menyeruak, tapi yasudala, masih percaya bahwa dingin yang menyerang bakal sepadan dengan apa yang bakal didapet. Gak kebayang gimana jadi tukang ojeknya, gua aja diboncengin, kedinginan n ngeri-ngeri sedap. Jalan licin, di tengah-tengah semak, jalanan nanjak curam, belum lagi belokan yang bikin nahan napas, dilahap semua sama kang ojek, ya gua percaya bakal aman-aman karena mereka yang empunya tempat, pasti uda khatam lah. Tentang negeri di awan Shake the v...

Sumilon Island - Sand Bar

Gambar
Nah satu lagi  spot yang masuk dalam itinerary gue n Tya. Jadi kelar nonton Festival Sinulog , gue dan Tya menuju daerah Oslob (sekitar 120 km dari Cebu City). Sebenarnya Sumilon ini adalah alternatif pengganti whale shark watching , karena gua sama Tya sampe di daerah Oslob sudah larut malam, kemudian capek banget, gak yakin esok harinya bisa bangun pagi-pagi banget, belum lagi masih mikir-mikir duit yang bakal keluar lumayan geda cuma buat liat hiu paus yang berdasarkan info di internet sebenarnya sudah tidak alami lagi, maka diputuskanlah batal liat hiu paus. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya itinerary di Oslob adalah liat sunrise di sekitar penginapan (pilihan jatuh kepada Cuartel Beach beserta reuntuhan dan Gereja Imakulata yang tua yang letaknya di seberang jalan penginapan), pergi ke Sumilon ini dan mampir ke Air Terjun Tumalog. Untuk mencapai Sumilon sebenarnya ada 2 cara, cara yang pertama lewat jalur khusus dan resmi, yaitu pengelola resor di pulau tersebut dan yan...

Lembu (lagi)

Gambar
Nah perjalanan ke Gunung Lembu ini adalah yang kedua kalinya buat gua, yaitu awal Desember 2017. Tujuan utama ke sini adalah untuk nemenin si ketjil Acid dan nge- guide temen-temen lainnya, ada Ilham, Danu, Teuku, Tya dan satu lagi temennya Teuku. Hari H, ternyata 2 orang gak bisa, si ketjil dan temennya Teuku, huh.. Sempet turun semangat, tapi pada akhirnya kami berlima berangkat. Kali ini kita menuju Purwakarta dengan cara touring , yeay, ini salah satu yang bikin semangat (secara gua pribadi juga udah lama gak touring ). Berangkat tengah malem dari SPBU Cawang, lewat kota Purwakarta hampir subuh, sampe basecamp sekitar jam subuh lewat. Bebenah sebentar, lalu gak pakai lama kami hiking , angin saat itu cukup kencang, dan ternyata jalur yang kami ambil adalah jalur pendek yang notabene nanjak curam (baru ngeh soale pas trip sama Arie gak begini jalurnya, sorry guys ). Karena salah ambil jalur, kesian juga nih temen gua yang uda renta (baca: Danu), pinggangnya kena. Pelan-pelan ja...